Example floating
Example floating
Uncategorized

Belajar dari Tragedi Anak SD di NTT, Kapolres Buton Utara Perkuat Kepedulian Pendidikan

344
×

Belajar dari Tragedi Anak SD di NTT, Kapolres Buton Utara Perkuat Kepedulian Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Buton Utara, Suryaloka.com-Tragedi meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat tekanan faktor ekonomi menjadi luka batin sekaligus pengingat keras bagi semua pihak akan rapuhnya kondisi sosial dan psikologis anak-anak dari keluarga kurang mampu. Peristiwa memilukan itu menegaskan bahwa kemiskinan bukan sekadar soal materi, tetapi juga dapat merenggut harapan dan masa depan anak.

Belajar dari tragedi tersebut, Kapolres Buton Utara AKBP Totok Budi S., S.I.K., M.H. menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) di Kelurahan Buranga, Kecamatan Bonegunu, melalui Kapolsek Bonegunu IPDA Syahril Daming, S.H.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua siswa SD Negeri 1 Buranga, yakni Wa Ode Isratni dan Khabib Saputra. Penyerahan berlangsung sederhana namun penuh makna, disaksikan oleh personel Polsek Bonegunu, guru wali kelas, serta orang tua siswa. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi pakaian dan perlengkapan sekolah, alat tulis, serta kebutuhan pokok, sebagai bentuk perhatian untuk meringankan beban keluarga dan menjaga keberlangsungan pendidikan anak.

Kegiatan ini mencerminkan kepedulian Kapolres Buton Utara terhadap masa depan generasi muda, khususnya anak-anak yang berada dalam keterbatasan ekonomi. Lebih dari sekadar bantuan materi, langkah ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat belajar anak serta mencegah munculnya tekanan psikologis akibat beban hidup yang terlalu berat bagi usia mereka.

Kapolres Buton Utara menegaskan bahwa perlindungan dan perhatian terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua. Anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Keterbatasan ekonomi tidak boleh mematikan harapan mereka untuk terus bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar AKBP Totok Budi.

Sementara itu, pihak keluarga dan sekolah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi suntikan semangat dan harapan bagi anak-anak agar tetap percaya diri dalam menatap masa depan melalui pendidikan. (Adm)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *